BandWith Management dengan Mikrotik

Langkah-langkah untuk menjadikan Mikrotik sebagai Bandwith management :


1. Setting IP proxy

            [admin@tsubasaserver] > ip address add address=192.168.7.9/26 interface=ether1

 

2. Setting route supaya server berhubungan dengan jaringan luar

[admin@tsubasaserver] > ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.7.6

 

3. Setting supaya menjadi web-Proxy

            [admin@tsubasaserver] > ip web-proxy add enabled=yes src-address=0.0.0.0 port=3128 parent-proxy=192.168.100.3:8080 hostname=”budiserver” max-cache-size=unlimited cache-administrator=budi@inbox.com

 

4. Setting supaya host lain tidak memiliki access untuk berinternet

            [admin@tsubasaserver] > ip web-proxy access

add dst-port=23-25 action=deny comment=”block telnet & spam e-mail relaying” disabled=no add src-address=192.168.9.0/25 action=deny comment=”" disabled=no

5. Setting supaya ip tertentu mendapatkan bandwith yang dibatasi

            [admin@tsubasaserver] >/ ip firewall mangle

add chain=prerouting in-interface=Local protocol=!icmp src-address-list=192.168.9.1/25 action=mark-packet new-packet-mark=02-UP \

passthrough=no comment=”O1″ disabled=no

add chain=forward protocol=!icmp src-address-list=192.168.9.1/25 action=mark-connection new-connection-mark=02-MC passthrough=yes \

comment=”" disabled=no

add chain=forward in-interface=Internet protocol=!icmp connection-mark=02-MC src-address-list=192.168.9.1/25 action=mark-packet \

new-packet-mark=02-DOWN passthrough=no comment=”" disabled=no

add chain=output out-interface=Local protocol=!icmp dst-address-list=192.168.9.1/25 action=mark-packet new-packet-mark=02-DOWN \

passthrough=no comment=”" disabled=no

Konfigurasi diatas di set hanya untuk ip : 192.168.9.1, untuk set ip yang lainnya dapat anda ganti dan di tambahkan sesuai dengan jumlah ip yang aktif di user anda.

Setelah anda definisikan paket dan ip anda dengan perintah ip mangle di atas, lalu anda tinggal membuat konfigurasi Bandwith Limiternya dengan menggunakan queue tree.

Berikut perintahnya :

<admin@tsubasaserver>/ queue tree

add name=”DOWNLOAD” parent=Local packet-mark=”" limit-at=800000 queue=default priority=8 max-limit=800000 burst-limit=0 \    

burst-threshold=0 burst-time=0s disabled=no

add name=”02″ parent=DOWNLOAD packet-mark=02-DOWN limit-at=30000 queue=default priority=8 max-limit=80000 \

burst-limit=150000 burst-threshold=78000 burst-time=2m disabled=yes

Untuk perintah diatas saya definisikan dahulu paket download secara keseluruhan, ini berguna agar kita dapat melihat pemakaian total Bandwith dari seluruh user yang aktif.. Bandwith Total maksimal yang saya set adalah 800 Kbps.

Lalu kemudian saya tambahkan BW untuk paket ip 192.168.9.1 dengan parent=DOWNLOAD dan packet-mark=02-DOWN yang telah kita definisikan sebelumnya di ip mangle diatas.

Limit Bandwith (minimal bandwith yang di dapat) untuk user 192.168.9.1 saya set hanya 30Kbps dan untuk maksimal Bandwith nya saya set mencapai 80Kbps.

Untuk burst-limit itu berfungsi jika user kita masih sedikit kita bisa set lebih dari Maksimal yang kita berikan diatas 80Kbps disini saya set mencapai 150 Kbps.

Pencapaian BW pada 150 Kbps jika BW user nya sudah mencapai 78Kbps harus di bawah Bandwith Maksimal anda 80 Kbps.Perintah ini ada pada burst-threshold.Bandwirth yang di hasilkan 150 kbps tsb kita set dengan waktu hanya 2 menit dengan perintah burst-time=2m.

Selesai sudah server  anda telah menjadi sebuah mesin web-proxy dan Bandwith Limiter yang dapat di lakukan oleh 1 komputer saja.

Posted: September 15, 2007 Comments (0)